Di era modern ini, masih banyak
masyarakat yang kurang paham dengan industry keuangan. Maka dari itu,
dibutuhkannya peran dari kalangan pemerintah maupun peran siswa terhadap keluarga
dan masyarakat sekitar. Kerja nyata tematik mengenai literasi keuangan
dilakukan dengan membuat simulasi bank mini yang dilakukan oleh siswa-siswa di
Sekolah Menengah Atas maupun Sekolah Menengah Kejuruan. Di antaranya dengan
mengadakan lomba melukis bertema menabung, serta melakukan perbincangan
yang menyangkut paut dengan industry keuangan dengan masyarakat setempat.
Pemahaman literasi keuangan yang
baik diharapkan mampu membuat masyarakat lebih sejahtera. Antara lain melalui
pemanfaatan produk jasa keuangan, perencanaan keuangan yang lebih baik, pengetahuan
dan keterampilan kewirausahaan, mencegah berinvestasi pada instrumen keuangan
yang tidak jelas, serta peningkatan pemahaman masyarakat atas manfaat dan
risiko produk dan jasa keuangan. Dari sudut pandang lembaga jasa keuangan,
manfaat dari literasi keuangan di antaranya meliputi peningkatan keuntungan
dari semakin tingginya transaksi keuangan masyarakat dan motivasi bagi lembaga
jasa keuangan untuk terus menerus mengembangkan produk dan layanan keuangan
sesuai kebutuhan masyarakat.
Literasi keuangan adalah merupakansuatu rangkaian proses atau aktivitas untuk meningkatkan pengetahuan (knowledge),keterampilan (skill), dan keyakinan (confidence) konsumen danmasyarakat luas sehingga mampu mengelola keuangan pribadinya dengan baik. Untukitu peningkatan literasi keuangan akan melibatkan perubahan cara pandang (paradigmshift) dari masyarakat yang selama ini belum terbiasa terlayani jasa
lembaga keuangan, yakni dari sekadar berpikir untuk bertahan hidup menjadi
merencanakan hidup mereka dengan lebih baik di masa mendatang. Atas dasar
itulah diperlukan pengetahuan keuangan yang memadai.
Dengan literasi keuangan yang baik
diharapkan masyarakat dapat lebih sejahtera, antara lain melalui pemanfaatan
produk jasa keuangan, perencanaan keuangan yang lebih baik, pengetahuan dan
ketrampilan kewirausahaan, mencegah berinvestasi pada instrumen keuangan yang
tidak jelas dan peningkatan pemahaman masyarakat atas manfaat dan risiko produk
dan jasa keuangan.
Dari sudut pandang lembaga jasa
keuangan, manfaat dari literasi keuangan antara lain meliputi peningkatan
keuntungan dari semakin tingginya transaksi keuangan masyarakat dan motivasi
bagi lembaga jasa keuangan untuk terus menerus mengembangkan produk dan layanan
keuangan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pembukaan akses jasa keuangan selain
melalui peningkatan literasi keuangan masyarakat juga memerlukan inovasi produk
keuangan, yang memungkinkan masyarakat untuk mudah dan terbiasa dengan layanan
jasa keuangan. Sehingga diharapkan adanya program-program edukasi masif kreatifdan inovatif secara nasional dan terobosan inovasi produk dan jasa keuangan
yang lebih variatif mampu menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat.